Oleh: ikbenjongen | Mei 11, 2011

Pipa Rusak, 10 Tahun Lebih Air Tak Masuk Rumah

ini patahan pipa yang dikarenakan karatan, tidah di urusi dan dibiarkan terbengkalai. padahal, memalui pipa ini kebutuhan air penduduk kec. klakah terpenuhui. air yang di salurkan dari pipa ini adalah air dari danau (Ranu) Klakah.

ini pipa yang tadinya tidak patah, bandingankan dengan foto paling atas dibelakang saya, dan sekarang kondisinya ikut patah. hal ini hanya dibiarkan tanpa diperdulikan, padahal, dari sinilah air mengalir menghidupi warga.

ini adalah tempat menadah air (beli) atau ambil air yang jaraknya lumayan jauh. harga air per curigen dipatok 1000 rupiah untuk PDAM. yang telihat itu tempat air minum.

Ini bak penampungan air di kamar mandi saya, kalau mau mandi ya ambil air dulu di tempat yang lumayan agak jauh.

kamar mandi saya yang kedulitan air selama kurang lebih 10 tahun.

padahal, kita punya tiga danau atau ranu, yang kalau dipikir, tidaklah mungkin kita kekurangan air, tapi kenyataannya, 10 tahun lebih kita kekurangan air.

lokasi rumahku Desa Mlawang Kec. Klakah ,Kab. Lumajang.

Yang Berminat kuliah di Italia, temankukirim ini ke aku, semoga bermanfaat.

Dear Friends,
I am writing to you about an interesting opportunity for some of your most deserving students to study in an academic environment that I believe may change their lives. The International University College of Turin (IUC) is now taking applications for the 2011-2012 Academic Year. All students accepted have the possibility of receiving partial and in most cases full scholarships to attend our program (including accommodation, monthly living stipend, travel expenses and more).

Eligibility

* Candidates from diverse backgrounds with an emphasis on law, economics, finance (business or accounting,) political science, anthropology, and sociology.
* Candidates must be at the Masters level, meaning graduation from their undergraduate program by July 2011 (does not apply to exchange students).
* Additionally a high level of English language ability (IELTS 6.5 or 7) is required. While students are not required to submit an IELTS or TOEFL score (though highly encouraged) with their application, we do expect in this case that the candidate provide some other equivalent method of reviewing language level (e.g. an academic paper written in English).

To give you some background on the college and our program:

The IUC was established in 2006 for the interdisciplinary and comparative study of law, economics and finance, in response to the clear lack of a transnational set of normative principles capable of controlling economic processes. The program specifically looks to engage students and young scholars from all over the world with special emphasis on the periphery, or ‘global south’, with leading figures in economics, law and the humanities.

The IUC offers a 1 year LLM program in Comparative Law, Economics and Finance as well as a 2 year MSc. A number of renown intellectuals and scholars from around the world serve on the faculty and advisory board, including: Guido Calabresi (former Dean of the Yale School of Law), David Gerber (Chicago Kent School of Law), Josef Halevi (University of Sydney), Duncan Kennedy (Harvard Law School), Ugo Mattei (University of Torino & University of California, Hastings), Stefano Rodotà (coauthor of the European Charter of Fundamental Rights), Amartya Sen (Nobel Laureate), Gunther Teubner (Frankfurt School), Jan Toporowski (SOAS, University of London), Gustavo Zagrebelsky (Emeritus President of the Italian Constitutional Court).

Our students are from more than 40 different countries, spanning four continents, representative of a diverse range of disciplines and cultural backgrounds, with a focus on offering opportunities to students coming from social, economic, and/or political challenges, particularly students from former colonized territories (e.g., the global south) and other newer peripheries.

We have already established partnerships with institutions from around the globe including: The University of Copenhagen (DK), University of California, Hastings (USA), University of Fribourg (Switzerland), University of Illinois, Universidad Pompeu Fabra (Barcelona), Universidad de Chile (Santiago), Universidad de Concepcion (Chile), Universidad Torcuato di Tella, Universidad Nacional Mayor De San Marcos (Peru), Libera Università Internazionale degli Studi Sociali Guido Carli (Rome), Lanzhou University (China), Ruaha University College (Tanzania), Université de Bamako (Mali), National Law School of India University (Bangalore), Universidad San Francisco Xavier de Chuquisaca (Bolivia), University of Eastern Piedmont (Italy), Radzyner School of Law, Herzliya (Israel), Institut des Hautes Etudes sur la Justice (Paris), Universidad Nacional del Sur, Bahia Blanca (Argentina), Center for International Media Ethics (USA, Paris) Higher School of Economics (Moscow), UN Commission of International Trade Law (UNCITRAL), UN Interregional Crime and Justice Research (UNICRI), International Training Center-International Labor Organization (ITC-ILO). For more information see: http://www.iuctorino.it/

Attached here is the 2011-2012 Application and Application Instructions, please forward them on to your friends, students and colleagues! They can also be downloaded from our website: http://www.iuctorino.it/content/application. The deadline for all application materials is May 15th, 2011 by midnight CET.

For initial admissions inquiries please contact the Admissions and Records Officer Jane Osabiku: josabiku@iuctorino.it, for nominations of extremely well deserving candidates please contact the Dean of Students, Saki Bailey sbailey@iuctorino.it.

Regards,
Ugo

Oleh: ikbenjongen | Februari 14, 2010

Pameran Pendidikan Amerika

Salam Pendidikan!

Kabar gembira untuk semua! EducationUSA/ AMINEF akan mengadakan Pameran Pendidikan 2010 di lima kota pada akhir Februari 2010, akan hadir perwakilan langsung dari universitas- universitas di Amerika.

Berikut adalah tempat dan waktu penyelenggaraan:

1. Lokasi : SURABAYA, Hotel JW Marriot-Ruang Bali, Jl. Embong Malang 85-89
Hari/Tanggal : Sabtu/ 20 Februari 2010
Waktu : 14.00 – 18.00 WIB

2. Lokasi : MEDAN, Hotel Grand Angkasa-Ruang Jupiter, Jl. Sutomo no.1
Hari/Tanggal : Senin/ 22 Februari 2010
Waktu : 16.00 – 20.00 WIB

3. Lokasi : YOGYAKARTA, Hotel Mercure Phoenix-Ruang Phoenix , Jl. Jend.Sudirman 9, Yogyakarta
Hari/Tanggal : Rabu/ 24 Februari 2010
Waktu : 15.00 – 19.00 WIB

4. Lokasi : BANDUNG, Hotel Jayakarta-Ruang Dayang Sumbi, Jl. Ir. H. Juanda 381A (Dago), Bandung
Hari/Tanggal : Jumat/ 26 Februari 2010
Waktu : 15.00 – 19.00 WIB

5. Lokasi : JAKARTA, Hotel Le-Meridien- Ruang Sasono Mulyo, Jl. Jend. Sudirman Kav. 18-20
Hari/Tanggal : Minggu/ 28 Februari 2010
Waktu : 14.00 – 18.00 WIB

Adapun tujuan pameran adalah :
1. Memberikan kesempatan kepada para pelajar/mahasiswa, orang tua dan guru/dosen untuk bertatap muka langsung dengan perwakilan dari universitas Amerika.
2. Memberikan kesempatan kepada para pelajar/mahasiswa, orang tua dan guru/dosen untuk memperolah informasi tentang pendidikan tinggi di Amerika dan beasiswa yang tersedia.

Pameran ini terbuka untuk umum dan TIDAK DIPUNGUT BIAYA. Pada kesempatan ini juga akan digelar presentasi tentang “Kuliah di Amerika” dan “Visa untuk kuliah ke Amerika”.

Universitas dan College yang ikut berpartisipasi adalah:
1. Academy of Art University 2. Bellevue College
3. Boston University 4. Columbia College of Chicago
5. Slippery Rock University 6. The University of the Arts
7. Diablo Valley College 8. Embry Riddle Aeronautic University
9. Farleigh Dickinson University 10. Foothill and De Anza College
11. Grambling State University 12. Green River Community College
13. Hawai’i Pacific University 14. Oregon State University
15. University of South Florida 16. Iowa State University
17. Leeward Community College 18. Loyola Marymount University
19. North Seattle Community College 20. Ohio University
21. Peninsula College 22. Rochester Institute of Technology
23. Saint Louis University 24. Sheridan College
25. Sierra College 26. Snow College
27. University at Buffalo, SUNY 28. University of Missouri Kansas City
29. University of Northern Iowa 30. University of Portland
31. University of California Merced 32. University of Michigan University
33. Eastern Mennonite University

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi kami di:
1. 021-345 2016 pes. 300/301/302. E-mail: infoEAS@aminef. or.id untuk pameran di Jakarta/Yogyakarta/ Bandung;
2. 031-847 1809. E-mail: surabayaEAS@ aminef.or. id untuk pameran di Surabaya;
3. 061-821 1074. E-mail: medanEAS@aminef. or.id untuk pameran di Medan.

Ayo kunjungi pameran yang penting dan bermanfaat ini! Dan sebar luaskan informasi ini.

Salam,
EducationUSA Indonesia
AMINEF

Oleh: ikbenjongen | Juni 13, 2008

BELANDA dan SEPEDA

Bila anda berkunjung ke negeri kincir angin, anda tak usah heran jika banyak pengendara sepeda di jalan-jalan utama desa bahkan kota. Sepeda disini sudah menjadi alat transportasi utama disamping alat transportasi bermesin. Minat yang tinggi, murah, tidak mencemari lingkungan dan menyehatkan itulah yang mendasari mereka memilih menggunakan sepeda dari pada mobil BMW yang mahal.

Di pelataran parker stasiun kereta apai, restoran, sekolah dan universitas hingga di kantor pemerintahan pun kita bias melihat sepeda-sepeda terparkir rapi. Hal itu membuktikan bahwa sepeda masih menjadi transportasi yang popular dan tidak ada pembedaan kalangan untuk menggunakan model transportasi menyehatkan ini di Belanda.

Jalur-jalur khusus juga disediakan sendiri di Nederland. Jalannya berwarna merah, ada papan berwarna biru serta gambar sepeda ditengahnya. Kendaraan selain sepeda tidak boleh melintas di jalur merah tersebut. Kendala jika harus menyeberang dengan jalur kendaraan non sepeda biasanya dibuatkan jembatan atau terowongan. Ini membuat pengendara merasa aman dan nyaman bersepeda dan tak perlu khawatir lagi terjadi kecelakaan yang fatal.

Tetapi di Indonesia, hanya masyarakat pedesaan yang masih suka menggunakan sepeda meski keberadaan sepeda bermesinsudah mulai menghipnotis masyarakat desa. Kebanyakan masyarakat sekarang merasa gengsi naik sepeda. Mereka lebih memilih sepeda motor bahkan mobil hanya untukpergi ke pasar yang jaraknya dekat dengan rumah.

Andai masyarakat Indonesia bisa berbuat seperti masyarakat Belanda, pencemaran udara dapat ditekan, kemacetan dapat diminimalkan. Ini menyehatkan dan yang terpenting ngirit BBM yang menjadi bulan-bulanan Negara. Mungkin kita perlu mencontoh Negara bekas penjajah kita itu. Mulai sekarang mari bersepeda. Kita bisa mulai jika hendak pergi kekantor, ke sekolah, ke pasar, dan tempat-tempat terjangkau dengan lebih murah dan menyehatkan.

Selasa, 26/02/2008

Rip-Q

Oleh: ikbenjongen | Juni 13, 2008

LUMPUR LAPINDO

Begitu melintas di wilayah lumpur lapindo, kereta memperlambat laju kecepatannya. Tidak ada bedanya seperti kita berjalan kaki. Rel sudah tergenang aliran Lumpur yang menyeruak keluar. Timbunan tanah semakin hari semakin tinggi saja, entah tanah dari mana yang diambil. Itu tidak penting, yang penting Lumpur tidak jebol. Mungkin itu pikiran pemerintah sekarang.

Tetapi bisa kita bayangkan, lama kelamaantumpukan tanah itu akan semakin tinggi, bahkan melampaui bangunan yang ada tepat didepannya.

Tanah mulai retak tak wajar, membentuk layaknya ukiran yang didesain alam. Mongering sejenak, basah terlalu lama. Pohon-pohon dulunya hijau sekarang bak musim dingin di Eropa. Ranting mulai sendirian, daun entah kemana. Tapi ini lain, ini bukan karena musim yang terlalu dingin. Tanah tempatnya berpijaksudah terkontaminasi lumpuryang mengandung minyak merusak. Dan panasnya udara sekitar membuat pepohonan mongering. Lahan pertanian yang dulu hijau dan menyejukkan mata, sekarang menjadi tempat mengerikan yang tak lagi ada kehidupan.

Rumah-rumah tak berpenghuni lagi. Tak lagi berlantai keramik karena tertutup aliran Lumpur. Puing-puing runtuhan bata bercecer tanda tak ada lagi harapan untuk kehidupan. Para tetua menangis mencari kepedulian, remaja memberontak menuntut kejelasan. Ganti rugi tinggal 80 persen pun belum juga terselesaikan.

Mereka (para korban) memang berhak berunjuk rasa, mereka memang berhak menuntut. Tetapi apakah mereka harus melakukan itu? Bukankah itu tanggung jawab sang pelaku? Seharusnya sebelum para korban melakukan unjuk rasa, pelaku sudah mengambil langkah sebagai rasa tanggung jawab atas apa yang telah dilakukan. Bukan malah menentang para pengunjuk rasa dan membuat masalah ini berlalu.

Ini bukan masalah sepele, bukan lagi manusianya yang terancam. Daerah lainpun terancam. Jalur utama kereta api yang menghubungkan kawasan timur seperti Banyuwangi, Jember, Lumajang, ke Surabaya harus berjam-jam. Bahkan ketika Lumpur jebol, kereta api dari Banyuwangi harus muterlewat Malang. Kendaraan bermotor pun harus rela antre puluhan kilometer hanya untuk menuju kota nomor dua terbesar setelah Jakarta. Kalau begini, apakan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan akan meningkat?

Kepulan asap mengembul ke angkasa, Lumpur menyembur di antaranya. Kapankah hal itu berhenti? Timbunan tanah mungkin masih harus dipertinggi melebihi puncak Gunung Semeru. Mungkin juga Porong akan menjadi sebuah danau, bahkan kategori danau Lumpur terbesar se-Asia bahkan sedunia yang belum pernah ada sebelumnya. Semoga saja tida.

Rabu, 06/02/2008

Rip-Q

lumpur

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.